Dalam Alquran,Allah dengan tegas menyatakan bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah beribadah kepada-Nya (QS 5 : 56).Dan kedudukan ibadah itu sendiri,pada gilirannya,tidak hanya menjadi tugas yang harus ditunaikan oleh manusia sebagai makhluk Allah.Ibadah sekaligus merupakan sarana pemenuhan pribadi agar manusia bisa mencapai tingkatan manusia paripurna (al-insan al-kamil).Pada tingkatan inilah manusia- sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam salah satu hadis Qudsi-bisa menjadi kekasih atau wali Allah.
Sesungguhnyalah,ada banyak rahasia agung dan hikmah mulia yang terkandung dalam berbagai ibadah yang diwajibkan Allah atas manusia.Hanya saja,manusia tidak bisa mengetahuinya dengan pasti dan tepat.Allah telah menetapkan tujuan utama penetapan syariat (maqashid asy-syari'ah) demi kemaslahatan manusia itu sendiri.Dengan demikian,setiap orang bisa merenungkan dan memikirkan untaian mutiara hikmah dalam syariat Islam.
Mutiara-mutiara berserakan seperti itulah yang kini dihimpun dalam buku ini.Dengan keleluasaan ilmu yang dimilikinya,sang penulis buku ini mencoba mengungkapkan berbagai alasan,rahasia,dan hikmah yang terkandung dalam berbagai jenis ibadah.Melalui pemaparannya yang lugas,kita bisa lebh memahami betapa sesungguhnya Allah amat sangat mengasihi dan menyayangi umat manusia.
sucikan hati
Search
Sabda Rasulullah saw :
“Tuhan kita Yang Maha Luhur dan Maha Agung turun setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya menyeru : Adakah yang menyeru Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang memohon pada Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada Ku maka akan Kuampuni untuknya” (Shahih Bukhari)
Minggu, 05 September 2010
" Ketika Waktu Telah Berakhir "
“Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu”
Kita ini kalo udah kaya itu sombong . Kita sering lupa kalau kita hidup di dunia ini adalah sebagai khalifah yang bertugas merawat dunia dan memanfaatkan dunia ini sebaik baiknya . Namun kita itu terlalu sering lupa dan lupa akan tugas kita ini . Hingga , kadang kadang kita lupa kalau harta dunia ini hanyalah titipan Allah .
Kalau saja manusia ini tahu dan ingat selalu bahwa dunia ini adalah titipan Allah , gada orang yang akan takut jatuh miskin . Tapi kalo kita liat kenyataannya , banyak kejadian orang bunuh diri cuma gara gara masalah ekonomi . Sungguh miris kalo denger berita kaya gitu . Udah di dunia miskin , matinya dengan cara yang tidak disukai Allah pula . Sungguh kasihan mereka yang seperti itu . . .
“Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu”
Sebagai makhluk-Nya , kita itu akan mati .Seperti yang telah di Firmankan Allah SWT:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali 'Imraan(3):185]
Manusia ini di dunia yang dalam otaknya itu cuma kesenangan dan kesenangan aja , tapi kita kita ini sering lupa sama mati ini . Saya menangis kalo ingat mati ini . Dengan kadar iman yang masih cetek , saya itu banyak banget ngelakuin dosanya . Tapi kita ini selalu lupa dan lupa . Padahal , kalo tiba tiba ketika saya / kita membaca , ini kita dipanggil oleh Allah , amalan apa lagi yang mau kita perbuat ?
Telah disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam sabdanya:
إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْد مَا لَمْ يُغَرغِرْ
“Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama belum sakaratul maut.”
dan apakah ketika sakaratul maut kita mau ngulang lagi ke 1 jam sebelumnya dan tobat ? pikirkanlah . . .
“Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya”
Dunia ini penuh hiasan . Segala kebutuhan nafsu di dunia ini sangatlah banyak . Sungguh kasihan , karena hampir dari kita semua telah dikuasai oleh nafsu nafsu ini . Padahal , kebanyakan dari pemuas nafsu ini adalah semu .
“Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi”
Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang anak Adam
wafat, maka amalnya terputus kecuali tiga hal:
[1] Shadaqah jariah,
[2] Ilmu yang bermanfaat dan
[3] Anak shalih yang mendoakan kepada orang tuanya.
(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)
Dalam islam , kalau kita nanti mati nanti , tidak ada yang akan menemamani kita kecuali amal . Biarpun dia saudara baik , mereka tidak akan menyertai kita . Dan amalan yang akan terus bertambah hanyalah dari Shadaqah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan Doa anak anak kita yang shalih .
Maka , semoga Allah memberikan hidayahnya pada kita untuk selalu ingat atas kebesarannya . . .
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu”
Kita ini kalo udah kaya itu sombong . Kita sering lupa kalau kita hidup di dunia ini adalah sebagai khalifah yang bertugas merawat dunia dan memanfaatkan dunia ini sebaik baiknya . Namun kita itu terlalu sering lupa dan lupa akan tugas kita ini . Hingga , kadang kadang kita lupa kalau harta dunia ini hanyalah titipan Allah .
Kalau saja manusia ini tahu dan ingat selalu bahwa dunia ini adalah titipan Allah , gada orang yang akan takut jatuh miskin . Tapi kalo kita liat kenyataannya , banyak kejadian orang bunuh diri cuma gara gara masalah ekonomi . Sungguh miris kalo denger berita kaya gitu . Udah di dunia miskin , matinya dengan cara yang tidak disukai Allah pula . Sungguh kasihan mereka yang seperti itu . . .
“Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu”
Sebagai makhluk-Nya , kita itu akan mati .Seperti yang telah di Firmankan Allah SWT:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali 'Imraan(3):185]
Manusia ini di dunia yang dalam otaknya itu cuma kesenangan dan kesenangan aja , tapi kita kita ini sering lupa sama mati ini . Saya menangis kalo ingat mati ini . Dengan kadar iman yang masih cetek , saya itu banyak banget ngelakuin dosanya . Tapi kita ini selalu lupa dan lupa . Padahal , kalo tiba tiba ketika saya / kita membaca , ini kita dipanggil oleh Allah , amalan apa lagi yang mau kita perbuat ?
Telah disampaikan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam sabdanya:
إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْد مَا لَمْ يُغَرغِرْ
“Sesungguhnya Allah menerima taubat hambaNya selama belum sakaratul maut.”
dan apakah ketika sakaratul maut kita mau ngulang lagi ke 1 jam sebelumnya dan tobat ? pikirkanlah . . .
“Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya”
Dunia ini penuh hiasan . Segala kebutuhan nafsu di dunia ini sangatlah banyak . Sungguh kasihan , karena hampir dari kita semua telah dikuasai oleh nafsu nafsu ini . Padahal , kebanyakan dari pemuas nafsu ini adalah semu .
“Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi”
Rasulullah SAW bersabda, “Bila seorang anak Adam
wafat, maka amalnya terputus kecuali tiga hal:
[1] Shadaqah jariah,
[2] Ilmu yang bermanfaat dan
[3] Anak shalih yang mendoakan kepada orang tuanya.
(HR. Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Nasa’i dan Ahmad)
Dalam islam , kalau kita nanti mati nanti , tidak ada yang akan menemamani kita kecuali amal . Biarpun dia saudara baik , mereka tidak akan menyertai kita . Dan amalan yang akan terus bertambah hanyalah dari Shadaqah jariah, Ilmu yang bermanfaat dan Doa anak anak kita yang shalih .
Maka , semoga Allah memberikan hidayahnya pada kita untuk selalu ingat atas kebesarannya . . .
Langganan:
Postingan (Atom)